e-Procurement: Proses Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik

Bagi Anda yang baru bergabung dengan dunia procurement, mungkin belum begitu mengerti apa yang dimaksud dengan e-procurement.

Perbedaan procurement konvensional dan e-procurement cukup signifikan yang bahkan berdampak pada keseluruhan proses itu sendiri dan berdampak bagi kelangsungan perusahaan.

e-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang meliputi pelelangan umum, pra-kualifikasi dan sourcing secara elektronik dengan menggunakan modul berbasis website. Dukungan Teknologi Informasi ini dapat meningkatkan kapabilitas Government dalam memberikan kontribusi bagi penciptaan nilai tambah, serta mencapai efektifitas dan efisiensi.

Proses Pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan menggunakan e-procurement secara signifikan akan meningkatkan kinerja, efektifitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas transaksi yang dilakukan, selain itu biaya operasional dapat dikurangi secara signifikan karena tidak diperlukan lagi penyerahan dokumen fisik dan proses administrasi yang memakan waktu dan biaya.

E-procurement merupakan suatu mekanis pembelian masa kini atau dapat dikatakan sebagai teknik pembelian moderen dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi berbasis internet dan perangkat teknologi informasi.

E-procurement adalah bentuk e-commerce untuk perantaraan barang dan jasa atau digunakan untuk tendering barang dan jasa antara perusahaan dengan pemasok. E- procurement kebanyakan diakses dari web oleh perusahaan-perusahaan besar dan badan- badan usaha umum. E-procurement juga merupakan aplikasi e-commerce untuk proses negosiasi dan perjanjian (contracting).

E-procurement sangat berpengaruh terhadap bisnis suatu perusahaan, dimana e- procurement memberikan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan produktivitas suatu perusahaan.

Perkembangan e-Procurement di Indonesia

System e-procurement di Indonesia lebih di kenal dengan arti LPSE atau Service Pengadaan Dengan Elektronik (LKPP, 2016). Menurut LPSE Nasional, Service Pengadaan Dengan Elektronik (terutama di dalam institusi pemerintahan Indonesia) adalah unit kerja yang dibuat di semua Kementerian/Instansi/Unit Kerja Piranti Daerah/lnstitusi Yang lain (K/L/D/I) untuk mengadakan system service pengadaan barang atau jasa dengan elektronik dan memfasilitasi ULP (Unit Service Pengadaan) dalam melakukan pengadaan barang atau jasa dengan elektronik.

Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi

Pengadaan barang serta jasa dengan elektronik terkecuali juga akan tingkatkan transparansi serta akuntabilitas, tingkatkan akses pasar serta persaingan perebutan usaha yang sehat, dan melakukan perbaikan tingkat efisiensi sistem pengadaan, pasti otomatis akan mensupport sistem monitoring serta audit serta penuhi keperluan akses info yang real-time manfaat wujudkan clean and good government dalam pengadaan barang serta jasa pemerintahan.

Keuntungan pemakaian E-Procurement dengan makro yakni ; terjadinya efisiensi dalam pemakaian Biaya Pendapatan serta Berbelanja Negara (APBN)

Pengadaan barang serta jasa dengan memakai E-Procurement bisa dikerjakan dalam periode waktu yang lebih cepat di banding lewat cara yang dikerjakan lewat cara konvensional, serta persaingan perebutan yang sehat antar aktor usaha hingga mensupport iklim investasi yang kondusif dengan nasional.

Dengan terdapatnya system e-procurement ini, jadi kemampuan institusi pemerintahan yang ada diinginkan juga akan bertambah, karna pembelian di buat dengan pilih item-item yang ada di dalam system hingga bisa kurangi kecenderungan kekeliruan.

Semuanya tender penentuan barang serta jasa pemerintah dikerjakan dengan on-line lewat internet hingga sistem jadi efisien serta efektif dan transparan. Hal itu yang telah di uraikan otomatis juga akan memengaruhi kemampuan sistem operasional yang ada dalam instansi itu.

Kemampuan yang baik, terutama dalam bagian pengadaan juga akan mensupport sistem berjalannya transparansi serta persaingan perebutan yang sehat antar penyedia barang serta jasa juga untuk aparatur pemerintah, hingga kurangi intensitas pertemuan segera pada penyedia barang serta jasa dengan panitia pengadaan dalam mensupport pemerintahan yang bersih serta bebas dari KKN.

Serta keyakinan yang diperlukan akan memengaruhi sistem aplikasi aplikasi e-procurement dalam memberi efek pada keikutsertaan e-marketplace didalamnya.

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik bintang untuk memberi rating!

Rating rata-rata / 5. Jumlah rating:

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!